Wednesday, 21 March 2012

Bagaimana agar justru di tengah badai kita tidak hilang


Badai hidup menerpa kita, hampir tidak pernah ada orang yang terbebas dari masalah hidup. Baik dia itu orang kaya, dia orang tidak berpunya, dia orang murtad, maupun yang saleh, dia orang yang ceria, maupun pemurung. Selama kita hidup tidak ada obat anti kebal masalah, atau pasti selalu akan datang badai.

Jenis badai ini ada yang dahsyat, artinya masalah yang tampaknya sangat pelik. Bisa saja berupa kebangkrutan, atau masalah yang yang bersinggungan dengan hukum. Bisa juga masalah dapat terjadi hubungan anda dengan pasangan Anda.

Badai justru membentuk pelaut menjadi pelaut tangguh. Tidak ada seorang pun pelaut tangguh yang dibentuk tanpa melewati badai. Jadi jika saat ini atau suatu saat nanti Anda mengalami badai, justru bersyukurlah. Itu artinya akan membawa Anda ke tingkat kehidupan yang lebih tinggi.

Jadi jika badai hidup menerpa Anda, bertanyalah, ada apa gerangan dibalik badai itu yang akan datang pada Anda.
Memang yang namanya badai tidak akan pernah ramah pada kita. Yang menjadi pertanyaan selanjutnya, siapakah yang dapat bertahan, Anda atau badai itu? Mari kita belajar bagaimana menang atas badai. Jangan sampai malah kita hilang oleh badai.

@@
Pelaut pemula, saat melihat badai akan panik, sedangkan pelaut tangguh akan mempersiapkan diri. Apakah yang Anda lakukan saat badai masalah datang? Apakah Anda panik? Panik justru membuat kita bingung dan sulit berpikir bagaimana memutuskan yang terbaik apa yang dilakukan.

Orang panik akan berpikir pendek, tanpa pertimbangan yang bagus, dan biasanya penyesalan yang datang setelahnya.
Ketika badai datang, jadilah pelaut ulung. Ukur kekuatan badai, lalu ukur juga kekuatan kita. Kita mengukur bagaimana kekuatan kita mengatasi badai. Jangan pernah bertindak waton nekat saja. Bertindaklah penuh perhitungan.

Tuhan sudah mengaruniakan kita dengan akal justru untuk digunakan. Jika dapat meminta bantuan dengan teman dekat, keluarga atau teman yang dapat kita percaya, mintalah pertolongan. Asal jangan hal itu membuat kita manja yang membuat kita malah tidak mandiri. Jadi jika kena sedikit masalah kita minta bantuan. Meminta bantuan bukan berarti kita lemah. Saling tolong menolong memang adalah menjadi hakekat manusia.

Mencari bantuan adalah jika memang kita tidak dapat melakukan dan menaklukan badai sendiri. Jangan malu dan sungkan. Tapi sekali lagi belajarlah mandiri.

@@@

Jangan pernah lari dari masalah. Pelaut tangguh mungkin saja jika akan selamat jika dia berpedoman pada berita cuaca, kompas, atau peralatan canggih lainnya yang mungkin dapat melihat radar di kapalnya. Jika dia melihat badai atau ramalan cuaca, dia akan mengurungkan keberangkatannya, sehingga tidak bertemu badai.

Hal ini dapat diaplikasikan dalam hidup kita juga. Untuk mencegah badai adalah lebih bagus daripada harus menghadapi badai. Radar, kompas atau berita cuaca ini, ibarat kita dalam kehidupan ialah mengikuti peraturan, menuruti firman Tuhan, mendengarkan nasehat. Jika hal yang umumnya benar kita ikuti, maka umumnya kita akan selamat dari badai, terhindar dari masalah.

Namun, kadang kita bisa salah juga. Dan badai tetap datang. Jika badai datang, jadilah pelaut sejati. Hadapilah badai dan jangan jadi pengecut yang lari dari masalah, atau lepas dari tanggung jawab, atau malah pura-pura tidak ada masalah mungkin dnegan lari ke narkoba atau minuman keras.

Melupakan masalah artinya kita menipu diri kita. Sesulit apapun itu hadapi saja. Mungkin saja air mata kita akan habis ketika mengalaminya. Perasaan kita sehancur-hancurnya. Bahkan mungkin malu yang dialami seakan kita tidak punya muka lagi, tapi hadapi saja.

Bahkan harta yang telah dikumpul habis lenyap dengan cepat setelah sekian tahun kita kumpul.
Hidup tidak kiamat ketika semuanya hilang, ketika kemalangan datang. Hadapi saja, dan jangan pernah lari. Justru belajarlah dari masalah itu dan jangan pernah ulangi lagi. Mulailah dari hal yang kecil. Belajarlah dari kesalahan dan temukan cara terbaik untuk bangkit.

Kita akan kalah selama kita berhenti berusaha. Selama kita tetap berusaha, kita akan masih punya peluang, menang.

@@@@

Jangan salah, justru ada yang dapat bertahan di jenis badai apapun. Pelaut ulung justru waspada saat laut sepertinya seakan tenang. Justru jika ada badai dia akan tahu bahaya yang datang mengancamnya, membuat dia wasapada.

Sedangkan jika laut seperti seakan tenang membuat pelaut pemula nyaman dan tidak waspada. Pelaut ulung lebih waspada dua kali saat laut seakan tenang tanpa ancaman. Laut tenang justru membuat kita tidak waspada ada ancaman. Justru kenyaman ini dapat membuat kita jatuh.

Raja Daud contohnya. Saat dia menikmati kemegahan istananya, padahal saat itu mereka sedang berperang, dia justru santai diistananya. Daud tidak waspada pada strategi yang dirancang si jahat untuk menjatuhkannya. Dari atas istana Daud melihat perempuan cantik. Dia tergoda dan Anda tentu tahu cerita akhirnya, Daud jatuh dalam dosa.

Apakah Anda saat ini justru dalam keadaan tenang, tanpa masalah? Waspadalah, kenyamanan hidup kadang membuai kita dan mebuat kita bisa jatuh. Namun, belajarlah juga dari Daud. Ketika dia jatuh dalam dosa, Daud mengakui dosanya dan bangkit.

Apakah Anda sekarang dalam zona kenyamanan atau masa mapan Anda? Justru sekarang Anda yang lebih waspada. Badai tiba-tiba dapat datang menyerang. Waspada dalam setiap hal lebih baik daripada berpikir bahwa tidak ada satupun yang dapat menjatuhkan Anda.

@@@@@

Kehilangan yang terfatal dalam badai ialah jika Anda kehilangan iman Anda pada Tuhan. Anda berpikir bahwa Tuhan itu hanya bohong, itu hanya dongeng saja, itu hanya legenda saja.

Jika itu yang dipikiran Anda, artinya badang berhasil menaklukkan Anda.

Untuk kembali dari kesesatan setelah terkena badai, temukan kompas hidup Anda. Kompas ini adalah Tuhan. Dia arah yang harus anda ikuti. Temukan peta yang benar. Peta ini adalah firman Tuhan. Pelajari firman Tuhan akan membuat dan menuntun Anda di jalur yang tepat. Temukan radar yang benar dalam melangkah. Radar ini dengan berdoa, dalam berdoa kita dapat berhubungan dengan kuas Tuhan yang dapat menolong kita secara adikodrati tentang hal bahaya di depan kita.

Mulai sekarang, jika ada badai di depan kita, tersenyumlah. Selalu ada pelangi yang indah setelah badai. Selalu ada berkat disetiap masalah.

Salam : Nurita Sari

0 comments: